Selasa, 28 Juni 2011

.♥♥. SYAIR BUMI .♥♥.


Ayahku bintang
Berdiri tinggi membuatku segan
Dia menjadikanku sekuat karang
Tatkala Dia datang
Tangisanku segera terhenti bukan karena ketakutan
Namun dia mengajariku cara mengakhiri tangisan
Lalu kita tertawa lantang
Membuat bundaku masam
Tangan bajanya begitu lembut di wajahku
Tutur berwibawa tiada kata kasar
Ayahku adalah bintang kala malam
Bersinar terus menuntun aku anaknya dari kegelapan
Bundaku Rembulan
Berwajah teduh menenangkan
Senyumnya begitu lembut khas keibuan
Yang menyinariku kala gelap menjelang
Yang mampu mencerahkan wajahku kala masam
Bundaku rembulan
Yang selalu mengajarkanku kepribadian
Mengenal satu persatu tentang fenomena alam
Menjelaskan padaku pada tiap perubahan yang terjadi pada tubuhku
Memberikanku pengajaran tentang makna kehidupan
Bundaku rembulan
Yang selalu tersenyum lembut walau kepayahan
Merawat aku dari kecil hingga sekarang
Selalu menemani aku dan ayahku sang bintang
Takdirku sungguh indah
Penuh gurat-gurat tangan kasih sayang
Pelukan lembut keikhlasan,
Belaian keadilan tiap saat kurasakan
Ayahku bintang, bundaku rembulan
Wajah bundaku kekhusukan sunyi
Mata ayahku kewibawaan malam
Hati-hati bunda meletakkanku pada ranjang cinta kasih
Ditiupkan angin malam beraroma bunga-bunga rumput liar
Hingga syaraf-syarafku peka terhadap ketidak adilan dan kebusukan nurani
Dikenakannya padaku pakaian indah bersulan sutera pelangi
Sang bintang mengajarkan ketaatan gunung-gunung tinggi
Yang menjaga amanat sampai mati
Dia berikan timbangan keadilan dan pena ketegasan sebagai mainanku
Agar kelak ku mampu bersikap adil dan tegas menghadapi kehidupan
Siangnya ribuan pengetahuan bak air sungai mengalir deras
Merasuki otakku sebagai bekal amalanku pada dunia
Ayahku bintang, bundaku rembulan
Tangisan kepasrahan dan kecemasan esok pagi
Tercipta dari lidah-lidah kepasrahan
Ribuan do’a dengan mantra suci
Menggedor pintu langit memohon asa
Mengharap diriku anaknya menjadi seperti kehendak-Nya
Aku adalah buah kisah kasih sunyi penuh ridho
Dari senandung kerinduan malam pada hasrat Ilahi
Aku hadir karena renungan kesucian
Aku lahir dari rahim kepekaan malam
Dan aku adalah BUMI
Duniaku begitu indah
Penuh canda tawa dan kasih
Sapaan riang penuh ketulusan
Ayahku yang gemintang
Bundaku sang rembulan
Sahabatku sang matahari
Bintang dan rembulan mengajarkanku akan kehidupan
Yang didalamnya terdapat kekuatan dan kelembutan
Bagaimana cara memilah dan memilih mana kebaikan dan kejahatan
Sang matahari selalu menemaniku
Memberikan hangat cahayanya kala ku membeku
Mengajarkanku apa arti memberi tanpa mengharap kembali
Memberikanku penghargaan yang begitu besar
Walau terkadang diriku menjengkelkan
Yang selalu menyediakan telinganya saat ku berkeluh kesah
Yang membiarkan pundaknya basah kala ku menangis
Sahabatku sang matahari yang selalu tahu apa yang terukir dalam hati
Dia selalu tahu nada-nada yang ingin kunyanyikan
Dan akan menyanyikannya kembali untukku saat ku lupa bait-baitnnya
Akulah BUMI
Kehidupanku amat indah nian
Aku tercipta dari sari pati ayahku yang bagai bintang
Lahir dari rahim bundaku yang bagai rembulan
Bermain dan tertawa dengan sahabatku yang bagai matahari
Akulah BUMI
yang akan selalu bernyanyi berpuisi
Dengan kidung cinta semesta bestari
Yang akan terus bersyukur pada Ilahi Robbi
Yang telah memberiku anugrah terindah
Dengan mengirimkanku sang bintang, sang rembulan dan sang matahari
Yang selalu menemaniku hingga akhir nanti







[ By : My Lovely Brother Gie' Ar-dwicahya ] 

Rabu, 08 Juni 2011

♥♥ DENGAN CARA_MU ♥♥

sifat angin untuk menerbangkan
sifat air untuk menghanyutkan
sifat api untuk membakar
terima kasih ALLAH…
dengan cara_MU
Engkau masih mengizinkan aku berteduh
sebelum aku hangus terbakar menyisakan abu hitam
sebelum aku tenggelam di dasar lautan terdalam
sebelum aku terhempas dan menghilang
[ dengan-cara_Mu ]


________________________________________

♥♥ MORE THAN "A - Z" ♥♥



kata mereka ‘ABCD”
dan aku tau itu…
kemudian, kata mereka “EFGH”
itupun aku tahu…
lalu mereka bilang “IJKL”
aku hanya bisa bilang “oh begitu…”
“ditambah lagi MNOP” seru mereka
hanya senyum yang kuberi…
ya, bahkan jika meraka bilang QRSTUVWXYZ
insya Allah aku tak kan bereaksi apapun…
jujur aku tak tertarik mencari tahu deretan huruf tadi
karena dikamus hidupku
bahagiaku , sedihku, tak hanya sekedar A sampai Z


................................

[ karena-bahasa-hati-tak-terbatas-deret-simbol ]

♥♥ SEMUA KARENA KASIH SAYANG ALLAH ♥♥


Udara yang kita hirup,

Air hujan yang turun dari langit,

Cahaya matahari yang bersinar di pagi hari,

Bumi tempat kita berpijak,

Semuanya adalah Kasih Sayang_NYA kepada kita manusia…


______________________________


”
Innarahmatii wasi’at kulla sayi’ “..
Sesungguhnya kasih sayang_KU meliputi segala sesuatu..


Bumi ini, ALLAH jadikan tempat kita untuk berdiri, dengan langit sebagai atapnya,
dan gunung sebagai pancang-pancangnya agar manusia bisa hidup dengan nyaman…


Air hujan ia turunkan dari langit dan ia tumbuhkan tanaman dan buah-buahan
sebagai rezeki untuk manusia


Udara yang setiap hari kita hirup tanpa kekurangan adalah
salah satu belas kasih_NYA pada kita manusia..


Dalam sebuah hadist, ABu Hurairah r.a berkata,
“Aku mendengar Rasululah SAW bersabda,
“ALLAH telah menjadikan kasih sayang_NYA terbagi dalam seratus bagian.
DIA menahan sembilan puluh sembilan bagian di sisi_NYA dan menurunkan
satu bagian ke bumi. Dan dari sau bagian itulah para makhluk saling kasih mengasihi,
sehingga induk binatang mengangkat cakarnya dari anaknya karena takut melukainya
”
[ HR Muslim ]

Subhanallah..




Dengan satu bagian kasih sayang_NYA ini lah
seorang ibu rela terjaga tiap malam untuk sang anak..


Dengan stau bagian kasih sayang_NYA ini lah
sepasang suami istri saling mencintai…


Dengan satu bagian kasih sayang_NYA ini lah
kita merasakan semua nikmat_NYA yang tak akan mungkin bisa
kita uraikan walaupun ranting menjadi pena dan air laut menjadi tintanya..


” Innarahmatii wasi’at kulla sayi’ “..
Sesungguhnya kasih sayang-Ku meliputi segala sesuatu..


Kasih_NYA ia berikan kepada seluruh mahkluknya, manusia ,
baik ia muslim atau kafir, baik ia seorang yang takwa atau munafik,
baik ia seorang yang taat ataupun pembangkang terhadapa hukum-hukum_NYA..
Kasih_NYA ia berikan kepada seluruh mahkluknya, tumbuhan, hewan,
jin, bahkan batu sekalipun..

Kasih_NYA bahkan tanpa kita sadari menghampiri kita setiap detik dalam hidup kita..

Dalam kitab Mafaatihul Ghaib, Syaikh Ar RAzi menceritakan kisah
yang pernah disaksikan oleh Dzun Nun Al Mishri rahimahullah .
Dzun Nun bercerita , “Suatu hari aku merasa tidak enak di dalam rumah.
Aku segera keluar. Aku ikuti langkahku yang tidak pasti. Sampai kemudian
aku tiba di tepi sungai Nil. Disana aku tiba-tiba melihat seekor kalajengking
yang cukup besar merangkak perlahan menuju sungai Nil. Aku ikuti arah jalannya.
Dan ternyata di tepi sungai sudah ada seekor kodok yang seakan sedang menunggunya. Kalajekngking itu langsung melompat ke atas punggung kodok tersebut. Kodok segera
berangkat, berenang menggendong si kalajengking ke tepi sungai Nil yang lain.
Aku segera mengikutinya dengan menaiki sebuah  perahu kecil. Di sana aku
menyaksikan suatu kejadian yag sungguh mengagumkan. Aku melihat seorang
anak muda yang sedang tidur di bawah rindangnya sebuah pohon. Disampingnya
ada seekor ular yang hendak menyerangnya. Namun kemudian kalajengking itu
melompat ke arah ular tersebut. Lalu terjadilah pertarungan yang seru antar kedua
mahluk itu, semapi keduanya sama-sama mati. Dan si anak muda tetap tidur nyenyak.
“Maha suci Allah yang telah mengutus seekor kalajengking dan seekor kodok untuk menyelamatkan seorang hamba_NYA yang sedang tertidur nyenyak itu
”





Ya terkadang tanpa kita sadari semua detik yang telah kita lalui dalam hidup kita
adalah kasih sayang_NYA,


saat berkendara motor terkadang setelah sampai di tujuan kita lupa sepanjang perjalanan
kasih sayang_NYA tak pernah henti meliputi kita,  bisa saja di tengah jalan kita terperosok kedalam lubang yang bisa membuat kita terjungkal, bisa saja kita tertabrak oleh pengemudi
yang ugal-ugalan, atau bisa saja karena melamun kita menabrak orang lain, tapi ALLAH memberikan kita keselamatan…


atau  bahkan saat kita di uji oleh_NYA, itupun salah satu bentuk Kasih sayang_NYA...


Bukankah ujian itu adalah untuk mebedakan mana yang bersungguh-sunggu taat pada_NYA? Bukankah ujian itu akan mebuat kita semakin dewasa dalam menyingkapi persoalan hidup? Bukankah ujian itu akan membuat kita semakin kuat kedepannya?

“Sungguh bila ALLAH menguji…betapa Ia dalam waktu yang lama telah memberi kenyamanan. Bila Ia mengambil…betapa Ia dalam waktu yang lama telah memberi” (Urwah bin zubair)
Dan bahkan saat kita yang penuh dengan salah dan durhaka pada_NYA lalu kita memohon ampunan, maka dengan kasih_NYA lah taubat kita diterima…

Padahal sudah sekian lama kita mendustai nikmat_NYA,
sudah sekian kali kita menjauh dari_NYA..

Semua karena kasih sayang_NYA..

______________________________


Saat ini, apapun keadaan kita, senang maupun susah, bahagia maupun sedih,
percayalah... kasih sayang_NYA akan selalu meliputi kita…
jangan pernah berputus asa dari Rahmat_NYA...
ALLAH Ar Rahman ALLAH Ar Rahim...


Rabu, 01 Juni 2011

♥♥ JIKA KU TAK BANGUN ESOK PAGI ♥♥

Jika ku tak bangun esok pagi,
kasihku jagalah dirimu,
Senantiasa ingatkan hati,
Karena dirimu amat ku cintai.

Andainya dihimpit kesusahan,
Sujud dan mohonlah pada tuhan,
Agar selalu diberikan bimbingan,
Meniti hidup tanpaku sendirian.

Bila terasa sejuk,
Pejamkan mata,
Bayangkan dalam dakapanku,
Bila terasa rindu,
Pejamkan mata,
Kita bersua dalam mimpi dan angan.

Kalau ada yang sudi mengganti,
Kasihku lepaskanlah aku pergi,
Kerena insan yang seistimewamu,
Berhak untuk dicinta dalam hidup ini.

Kasihku …
Tiada ada yang kekal di dalam dunia ini,
Namun yang pasti,
Walaupun ku tiada nanti,
Ku berharap kau tak akan lupa,
Mengirimkan doa untukku,
Kita jumpa lagi di sana nanti,
Jika ku tak bangun esok pagi..

Sabtu, 28 Mei 2011

♥♥ BAHASA KASIH ♥♥

Kata-kata dan ucapan yang keluar dari hati akan sampai ke hati pula
Manakala ucapan hanya  keluar dari bibir tanpa diikuti oleh hati ,
maka dia hanyalah sebatas  ucapan manis penghias bibir yang tidak akan
memberikan kesan apa-apa pada pendengarnya.


Berbicaralah dengan bahasa kasih,
Berbicaralah dengan bahasa hati maka kita akan merasakan  reaksi yang luar biasa,
Ia akan menembus ke hati, indah dan berkesan

Bahasa kasih bagaikan Oase di tengah  padang pasir,
penawar dahaga dikala kehausan,
memberikan kesejukan dalam kekeringan,
mencerahkan  bagi  yang mendengarnya,
juga memberikan harapan dan suplemen kehidupan ditengah-tengah
orang  yang putus asa,

ia mampu memberikan keteguhan dikala seseorang terpuruk ,
dan sebagai   penawar  hati dikala duka dan terluka...
Bahasa kasih akan  menumbuhkan kasih  sayang  yang lembut
yang hanya bisa dirasakan oleh hati


Pernahkah anda memiliki seorang  teman yang  lama tidak  bertemu?
Bahkan mungkin  juga belum pernah mengenal wajahnya?
Tapi kita bisa merasakan  kesejukan dan ketentraman  di hati.
Disaat sedih kita akan mencarinya.
Disaat bahagia kita ingin berbagi kebahagiaan dengannya.
Disaat duka kita  ingin merasakan  ketentraman  di dekatnya.
Disaat ada beban yang menghimpit  kita juga ingin merasakan kelembutannya  .
Maka dia adalah sahabat anda yang dihatinya tertanam rasa kasih dan sayang.


Atau sebaliknya  ,
Pernahkah anda memiliki teman yang begitu dekat dalam kehidupan  sehari-hari,
sering berjumpa dengannya, selalu  bertegur sapa,
Namun  hati anda terasa jauh dengannya,  tidak ada kedekatan  di hati,
tidak merasakan ketentraman di jiwa,
dan tidak ada ketenangan batin ketika berdekatan dengannya
Karena anda  takut  suatu saat dia akan membuka rahasia anda,
menyebarkan aib anda
maka dia bukanlah sahabat anda yang berbicara dengan bahasa kasih.


Seorang sahabat sejati yang berbicara dengan bahasa kasih
tidak akan melukai hati ketika  anda  ada di dekatnya.
Juga  tidak akan membuat anda khawatir bila  jauh darinya.
Ia  tidak akan menimbulkan rasa was-was  dan keraguan di hati .
Ia tidak akan mengorek dan mengungkit   masa lalu  temannya
yang  tidak ingin dia ceritakan
Seseorang yang mengerti bahasa kasih ,
tidak akan memaksa orang yang dikasihinya mengatakan sesuatu
yang menjadi privasinya,
tidak akan memaksa seseorang  mengorek" sesuatu
yang tidak sanggup dia ucapkan.
Namun dia akan menunggu ketika kata-kata itu  terucap dengan keikhlasan.
Ia akan menutupi  aib sahabatnya sebagaimana dia menutupi aibnya sendiri.


Seorang  yang berbicara dengan bahasa kasih
menerima anda sebagaimana adanya anda sekarang
bukan berdasarkan bagaimana anda dahulu dan masa lalu anda
Ia tidak akan mampu membuat  orang yang disayanginya  terluka .
karena dia menyayangi dengan hati, berbicara dengan bahasa kasih.


Seseorang  yang  mengerti bahasa kasih,
tidak hanya mampu mendengar  apa yang keluar dari bibirnya saja,
bahkan dia juga  mampu membaca apa yang tidak terucap dari bibir
orang yang disayanginya.


Adakalanya kita mempunyai seorang teman  yang kita rasakan dekat ,
tiba-tiba dia harus pergi dan meninggalkan kita.
Bila diantara kita tidak ada yang saling menyakiti, melukai  dan perang
dengan kata-kata yang menyakitkan, maka yakinlah  bahwa diri anda
tidak benar-benar kehilangannya. Suatu saat dia akan kembali  mencari anda, mendekati anda dan menjadi sahabat anda selamanya. Karena didalam hatinya 
juga merasakan bahasa kasih yang pernah anda tanam dihatinya. Karena dia dapat merasakan  ketentraman dengan anda sebagai sahabatnya.  Bahwa dalam diri anda ada mutiara berharga yang tidak mungkin terlupakan. Yang disirami dengan  cinta, yang berbunga  kasih  sayang, yang dipupuk dengan keikhlasan dan membuahkan sebuah mutiara berharga , “Mutiara kasih “.


Bila kita mampu memahami dan berbicara dengan bahasa kasih,
maka yakinlah kita tidak akan pernah kehilangan sahabat-sahabat terbaik kita.
Seseorang   yang berbicara dengan bahasa kasih akan memancarkan aura kebahagiaan dan ketentraman bagi dirinya sendiri dan orang lain  yang berada disekitarnya.
Kehadirannya menghadirkan kehangatan.
Ucapannya memberikan kesejukan.
Candanya menambahkan  kesegara.n
Diamnya memberikan ketentraman.


Sudahkah diri ini  memiliki bahasa kasih  yang tumbuh subur dihati ?
Yang tangannya terulur menaburkan bibit-bibit kasih sayang  dengan sesama,
Yang  kelak akan  menumbuhkan kehidupan  baru bertabur cinta
dan kehidupan  bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya...??

♥♥ TAK AKAN ADA LAGI PUISI SEPERTI INI ♥♥

tak akan pernah ada lagi puisi seperti ini,
yang tak jenuh-jenuh menampung segenap air mata,
sebab kami menangis bersama
saat menuliskan satu-satunya kata
yang berabad lama kami pelihara
yang kususun eja huruf demi hurufnya
dari kucur kekal luka : Mahaluka !!

tak akan pernah ada lagi puisi seperti ini,
yang cemas menyimpan semesta resah
ketika padanya akhirnya kubuka satu-satunya rahasia,
yang sudah kujaga berabad lama,
yang telah membuat aku berkali-kali dihukum penggal : mati,
sebab bertahan mengunci bicara,
membisukan semua pintu-pintu suara.

tak akan pernah ada lagi puisi seperti ini
yang ikhlas menyimpulkan seluruh sepi,
sepi yang alangkah kerasnya bertahan,
yang mengisi penuh seluruh kosong semesta hati
menjelajah ke semua arah berbatas entah,
yang menjadi mula seluruh suara yang kini mengkhianatinya,

ya... tak akan pernah ada lagi puisi seperti ini..


♥♥ PERINDU-PERINDU MALAM ♥♥

Angin berbisik kepada embun
Malam sepi, dingin merinding
Di pucuk daun embun mengerling
Dahan merintih dalam resah

Tahukah kau malam...?? tentang sebuah rahasia
Dengarkah kau daun...?? apa yang dibisikkan angin
Pedulikah kau rembulan...?? ketika malam berteriak di kegelapan...

Dan ...
malam pun berteriak, menghempas kesunyian...

“akulah kegelapan...
Sunyi dimalam, kering disiang
Luluh, lemah, tubuh menggigil
Seperti daun kering dimusim kemarau
Seperti debu terhempas di padang pasir...

Hatiku... apakah kau juga merasakan kesunyian ini...??
Apakah kau juga merenung seperti pikiran-pikiran liarku...??
Bercerita tentang kegelapan..
Berbisik tentang kerinduan....
Terisak dalam kesunyian...
Menangis, menggugu, meratapi hari...
”

Tahukah kau malam?
Tentang kerinduan sang musafir,
Sebuah oase di padang pasir
Seberkas sinar penerang kegelapan
Selarik cahaya penembus di ufuk timur

Dan....
Rembulanpun berbisik ...
Tertunduk lelah, tenggelam dalam resah
Ya, kita adalah sama...
Kita adalah saudara kembar duhai malam
Karena engkau membentangkan cakrawala
Dan aku membentangkan jiwaku

Duhai malam
Mari... marilah...
Kita bentangkan sayap-sayap kehidupan
Kita susuri jalan menyusuri cahaya
Hingga kelak kita bangga
Tidak tersia-sia sebagai perindu-perindu malam..


About Me

Foto saya
@ Tuhan, Saat aku meyukai seorang teman, Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir, Sehingga aku akan tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir. @ Tuhan, Ketika aku merindukan kekasih, Rindukanlah aku kepada yang rindu kepada cinta sejati-MU, Agar kerinduanku kepada-MU semakin menjadi. @ Tuhan, Jika aku hendak mencinta seseorang, Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-MU, Agar bertambah kuat cintaku pada-MU. @ Tuhan, Ketika aku sedang jatuh cinta, Jagalah cinta itu, Agar tidak melebihi cintaku pada-MU. @ Tuhan, Ketika aku berucap aku cinta padamu, Biarlah kuakatakan kepada yang hatinya tertaut pada-MU, Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-MU.