Tampilkan postingan dengan label KERINDUAN QOLBU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KERINDUAN QOLBU. Tampilkan semua postingan
Selasa, 09 Oktober 2012
♡♡ Berkah Subuh ♡♡
Di antara waktu waktu istimewa yang diciptakan ALLAH SWT untuk Muslim adalah saat Subuh. Di dalamnya terkandung banyak kebaikan. Begitu mulianya waktu Subuh, Rasulullah SAW secara khusus berdoa, “Ya ALLAH berkahilah umatku selama mereka sengan bangun Subuh.” [HR Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah]
Rasulullah SAW mengungkapkan, bila umatnya bangun dan melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka ALLAH SWT akan melindunginya seharian penuh. Seperti dikatakan Jundab bin Sufyan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka, jangan coba-coba membuat Allah membuktikan jaminanNya.” [HR Muslim]
Berkah ada pada waktu pagi (albarakatu fi bukuriha), begitu ungkapan orang Arab. Benar, pagi memang memiliki banyak berkah.
Salah satunya ketika berzikir pagi, yang begitu dianjurkan untuk memperoleh rahmat_NYA. “Dan sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang untuk mengharapkan keridhaanNya.” [Al Kahfi : 28]
Rasulullah SAW juga menjelaskan keberkahan zikir pagi antara shalat Subuh hingga terbitnya matahari, yang ditutup dengan shalat Dhuha. “Barangsiapa yang ikut shalat Fajar berjamaah di masjid, kemudian duduk berzikir mengingat Allah SWT sampai matahari terbit, lalu mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna.”
[HR Tirmidzi]
Keberkahan subuh juga membuka pintu pintu rezeki_NYA yang telah dihamparkan di hari itu. Sebab itu, ALLAH SWT menyerukan Muslim untuk menyambut rezeki_NYA dengan bersegera bangun pagi.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Baihaqi, diceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW pulang dari shalat subuh di Masjid Nabawi, beliau mendapati putrinya Siti Fatimah masih tidur tiduran. Dengan penuh kasih sayang lantas beliau menggerakkan badan putrinya itu sembari berkata, “Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah membagikan rezeki kepada hambaNya, antara terbit fajar dengan terbit matahari.”
Bersegeralah bangun saat subuh, ketika suasana pagi masih tampak sunyi, banyak keberkahan yang akan dilimpahkan ALLAH SWT kepada hamba_NYA. ALLAH SWT akan melindunginya seharian penuh, mengucurkan rahmat, memberi pahala yang banyak, membuka pintu-pintu rezeki, melimpahkan kesegaran pikiran dan ketenangan, dan menyehatkan badan ketika bergerak bangun tidur lalu melakukan wudhu dan melangkahkan kaki shalat Subuh berjamaah ke masjid
Selasa, 03 Juli 2012
♡♡ SUAMI IDAMAN KAMI ♡♡
Suami idaman kami
Lautan cintanya pada RABB 'IZZATI
Cinta teragungnya
Debar rindunya hanya pada JANNATUL FIRDAUS
Tempat kembali yang sangat indah
Maka kami adalah yang paling setia
Mengiringi hidupnya di dunia ini
Suami idaman kami
Hidupnya untuk ISLAM
Setiap detik hidupnya hanya untuk
Menegakkan DAULAH ISLAMIYAH di bumi ALLAH
Setiap peluh yang menitis hanya kerana
Memperjuangkan kelestarian ISLAM agar terpelihara
Maka kami adalah yang paling berbangga
Menjadi SRIKANDI kepada seorang yang bergelar MUJAHID
Suami idaman kami
Jihadnya untuk ISLAM
Setiap darah yg mengalir
Pasti kerana tekad untuk memelihara kesucian ISLAM
SYAHIDnya kerana ISLAM
Maka kami adalah yang amat beruntung
Memiliki kekasih yang gagah sepertinya
Suami idaman kami
Wajahnya sentiasa dibasahi WUDHU' yg sempurna
Bibirnya sentiasa dihiasi dengan DZIKIR padaNya
Setiap tutur kata bermanfaat buat kami dan semua
Saka kami adalah yang paling bahagia
Dinaungi seorang yang bijak laksana
Suami idaman kami
Penglihatannya sentiasa dipelihara
Menjauhkan kebatilan dari dirinya
Hanya memandang kepada yang hak daripadanya
Dia melindungi dan menyayangi
Atas rasa tanggungjawab pada amanah yang dianugerahkan
Dia menegur dan menasihati
Dengan tulus dan ihsan
Agar mendapat mardhatillah
Maka kami adalah yang paling bertuah
Dapat mengasihi seorang mukmin soleh sepertinya
Suami idaman kami
Berusaha memperelokkan diri
Bengan ilmu dan pengetahuan
Agar semakin pantas berbicara
Agar menjadi DA'I yang berHIKMAH
Sentiasa berusaha menghiasi diri dengan untaian TAQWA
QIYAMULAIL memang tradisinya
Sholat sunat menjadi kegemarannya
TILAWAH QUR'AN ibadah kesukaannya
Maka kami adalah yang paling beruntung
Mendapat bahagian dalam doanya
Suami idaman kami
Dirimu permata gemilang
Yang bakal menyerikan dan mewarnai hidup kami
Kami adalah yang paling bersyukur
Kerana menjadi permaisuri mahligaimu insyaALLAH,
Kami akan menjadi penyokong setiamu
Dalam memperjuangkan kalimah Allah di muka bumi ini
Kerana dirimu adalah
KEKASIHKU, MUJAHIDKU
Rabu, 23 Mei 2012
♡♡ Nasehat Untuk Para Suami Istri ♡♡
Nasihat Khusus Untuk Suami
Wahai para suami !!
1. Apa yang memberatkanmu—wahai hamba ALLAH—untuk tersenyum di hadapan istrimu ketika masuk menemuinya, agar engkau memperoleh ganjaran dari ALLAH Ta'ala?
2. Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah ketika melihat istri dan anak-anakmu,
padahal engkau akan mendapatkan pahala karenanya?
3. Apa sulitnya apabila engkau masuk ke rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna :
“Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,” agar engkau memperoleh tiga puluh kebaikan?
4. Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmu tersebut agak sedikit dipaksakan?
5. Apakah menyusahkanmu—wahai hamba ALLAH—jika engkau berdoa :
“Ya ALLAH ... Perbaikilah istriku, dan curahkan keberkahan padanya?”
6. Tahukah engkau bahwa ucapan yang lembut merupakan sedekah?
7. Apa yang memberatkanmu untuk membawa hadiah (oleh-oleh) untuk istri dan anak-anakmu ketika engkau pulang dari safar?
8. Luangkan waktumu untuk menemani istrimu membaca al-Qur-an, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan mendatangi majlis ta’lim (majelis ilmu) yang mengajarkan al-Qur-an dan as-Sunnah menurut pemahaman para Sahabat.
9. Tahukah engkau wahai hamba ALLAH, bahwa jima’ (bersetubuh) akan mendatangkan ganjaran dari ALLAH? Bahkan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
(( مِنْ أَمَاثِلِ أَعْمَالِكُمْ إِتْيَانُ الْحَلَالِ – يَعْنِى النِّسَاءَ. ))
“Di antara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh)
yang halal, yaitu dengan istri-istri kalian.”
[Hadits shahih : diriwayatkan oleh Ahmad (IV/231), Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ (II/26, no. 1391), dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir (XXII, no. 848). Lihat: Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 441)]
Nasihat Khusus Untuk Istri
Wahai para istri !!
1. Apakah yang menyulitkanmu jika engkau menemui suamimu ketika dia masuk ke rumahmu dengan wajah yang cerah sambil tersenyum manis?
2. Beratkah bagimu untuk menghilangkan debu di wajah, kepala, dan pakaian suamimu kemudian engkau menciumnya?
3. Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala di sisi ALLAH Ta'ala.
Sesungguhnya ALLAH itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian!
Bercelaklah! Berpakaianlah dengan busana terindah yang kau miliki untuk menyambut
kedatangan suamimu. Ingat, janganlah sekali-kali engkau bermuka muram dan cemberut
di hadapannya!
4. Janganlah engkau melembutkan suaramu kepada laki-laki yang bukan mahram
sehingga terfitnahlah orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit, sehingga ia ber-prasangka buruk kepadamu!
5. Jadilah seorang istri yang memiliki sifat lapang dada, tenang, dan selalu ingat kepada ALLAH di dalam segala keadaan!
6. Ringankanlah segala beban suami, baik berupa musibah, luka, dan kesedihan!
7. Didiklah anak-anakmu dengan baik, penuhilah rumahmu dengan tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil; serta perbanyaklah membaca al-Qur-an, khususnya surat Al-Baqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaitan!
8. Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkanlah dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkanlah dia kembali tentang keutamaan berinfak, serta janganlah melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tua dan menjaga tali silaturahim ...!!
9. Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu, dan semua kaum Muslimin,
serta berdoalah selalu agar diberikan keturunan yang shalih dan memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, dan ketahuilah bahwa Rabbmu Maha Mendengar doa.
Sebagaimana firman ALLAH Ta'ala :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Rabb kalian berfirman : “Berdoalah kepada_KU, niscaya AKU akan mengabulkan untuk kalian ....” [Al-Mu’min : 60]
10. Bersihkanlah rumahmu dari segala gambar-gambar makhluk hidup, alat-alat yang melalaikan, alat-alat musik, dan segala sesuatu yang dapat merusak!
Sumber :
Fiqhut Ta’aamul Baina az-Zaujaini wa Qabasat min Baitin Nubuwwah
[ karya Abu ‘Abdillah Mushthafa bin al-‘Adawi ]
Panduan Keluarga Sakinah
[ Yazid Abdul Qadir Jawas ]
Dan dengan sedikit tambahan dari penulis.
2. Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah ketika melihat istri dan anak-anakmu,
padahal engkau akan mendapatkan pahala karenanya?
3. Apa sulitnya apabila engkau masuk ke rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna :
“Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,” agar engkau memperoleh tiga puluh kebaikan?
4. Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmu tersebut agak sedikit dipaksakan?
5. Apakah menyusahkanmu—wahai hamba ALLAH—jika engkau berdoa :
“Ya ALLAH ... Perbaikilah istriku, dan curahkan keberkahan padanya?”
6. Tahukah engkau bahwa ucapan yang lembut merupakan sedekah?
7. Apa yang memberatkanmu untuk membawa hadiah (oleh-oleh) untuk istri dan anak-anakmu ketika engkau pulang dari safar?
8. Luangkan waktumu untuk menemani istrimu membaca al-Qur-an, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan mendatangi majlis ta’lim (majelis ilmu) yang mengajarkan al-Qur-an dan as-Sunnah menurut pemahaman para Sahabat.
9. Tahukah engkau wahai hamba ALLAH, bahwa jima’ (bersetubuh) akan mendatangkan ganjaran dari ALLAH? Bahkan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
(( مِنْ أَمَاثِلِ أَعْمَالِكُمْ إِتْيَانُ الْحَلَالِ – يَعْنِى النِّسَاءَ. ))
“Di antara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh)
yang halal, yaitu dengan istri-istri kalian.”
[Hadits shahih : diriwayatkan oleh Ahmad (IV/231), Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ (II/26, no. 1391), dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir (XXII, no. 848). Lihat: Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 441)]
Nasihat Khusus Untuk Istri
Wahai para istri !!
1. Apakah yang menyulitkanmu jika engkau menemui suamimu ketika dia masuk ke rumahmu dengan wajah yang cerah sambil tersenyum manis?
2. Beratkah bagimu untuk menghilangkan debu di wajah, kepala, dan pakaian suamimu kemudian engkau menciumnya?
3. Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala di sisi ALLAH Ta'ala.
Sesungguhnya ALLAH itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian!
Bercelaklah! Berpakaianlah dengan busana terindah yang kau miliki untuk menyambut
kedatangan suamimu. Ingat, janganlah sekali-kali engkau bermuka muram dan cemberut
di hadapannya!
4. Janganlah engkau melembutkan suaramu kepada laki-laki yang bukan mahram
sehingga terfitnahlah orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit, sehingga ia ber-prasangka buruk kepadamu!
5. Jadilah seorang istri yang memiliki sifat lapang dada, tenang, dan selalu ingat kepada ALLAH di dalam segala keadaan!
6. Ringankanlah segala beban suami, baik berupa musibah, luka, dan kesedihan!
7. Didiklah anak-anakmu dengan baik, penuhilah rumahmu dengan tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil; serta perbanyaklah membaca al-Qur-an, khususnya surat Al-Baqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaitan!
8. Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkanlah dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkanlah dia kembali tentang keutamaan berinfak, serta janganlah melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tua dan menjaga tali silaturahim ...!!
9. Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu, dan semua kaum Muslimin,
serta berdoalah selalu agar diberikan keturunan yang shalih dan memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, dan ketahuilah bahwa Rabbmu Maha Mendengar doa.
Sebagaimana firman ALLAH Ta'ala :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Rabb kalian berfirman : “Berdoalah kepada_KU, niscaya AKU akan mengabulkan untuk kalian ....” [Al-Mu’min : 60]
10. Bersihkanlah rumahmu dari segala gambar-gambar makhluk hidup, alat-alat yang melalaikan, alat-alat musik, dan segala sesuatu yang dapat merusak!
Sumber :
Fiqhut Ta’aamul Baina az-Zaujaini wa Qabasat min Baitin Nubuwwah
[ karya Abu ‘Abdillah Mushthafa bin al-‘Adawi ]
Panduan Keluarga Sakinah
[ Yazid Abdul Qadir Jawas ]
Dan dengan sedikit tambahan dari penulis.
Jumat, 25 Februari 2011
♥♥ PENYUCIAN JIWA ♥♥
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Jiwa manusia diibaratkan sebagai istri pertama manusia sendiri, yang sering kita lupakan.
Karena sudah tidak terawat dengan baik, sang jiwa menjadi keriput
dan tidak menyenangkan. Akhirnya kebanyakan dari kita akan mencari istri kedua, ketiga ,
bahkan keempat. Pertanyaan kita adalah kenapa jiwa yang dulunya suci, bersih ,
indah dan hebat berubah menjadi kotor , busuk dan tidak terawat?
Mengapa kita beruaha mencari kebahagiaan lain dan buta terhadap kebahagiaan yang sejati?
Jawabnya adalah karena kekurangan 3P , yaitu ;
Perrhatian (p1); Perhatian (p2) , Perhatian (p3).
Padahal istri pertama inilah yang paling setia,
karena dialah sesungguhnya yang akan pergi menemani kematian kita,
ikut mempertanggung jawabkan segala perbuatan yang pernah kita lakukan.
Kurangnya perhatian terhadap jiwa kita sendiri membuat jiwa kita menjadi lemah,
malas , takut,cemas , curiga dan pemarah.
Selalu berusaha menipu diri sendiri di balik topeng-topeng kebahagiaan.
Terkadang bersembunyi dibalik selimut kasih sayang dan kebaikan,
padahal jiwanya rakus dan munafik. Selama dirinya bersembunyi
di balik topeng kebohongan , jiwanya tidak pernah bahagia.
Beningnya suasana batin adalah usaha (tugas) kita yang harus
dibuktikan secara sungguh-sungguh membersihkannya.
Karena untuk mencapai jiwa yang sempurna , seseorang membutuhkan
usaha yang tidak main-main. Kita membutuhklan kesadaran paripurna .
Terdapat Tiga rahasia untuk menjacapai jiwa yang sempurna dan di ridhai Allah ,
namun dari tiga itu berasal dari “ satu kata kunci “ yang kita sebut ,
JAHADA (bersungguh-sungguh)
Kesadaran menggapai jiwa Paripurna :
1.Jihad
Makna jihad disini tidak hanya semata-mata berperang dijalan Allah saja,
namun secara filosofis yakni upaya manusia untuk mengalahkan
dorongan-dorongan dari dalam dirinya untuk berbuat maksiat (negatif)
serta mampu memenangkan kebaikan diatas kebatilan.
Peperangan ini tidak terlihat , namun sangat terasa dalam hati dan jiwa manusia.
Celakanya bila sang badan dipimpin oleh nafsu kebatilan ,
raga ini dengan mudah akan terjerumus dalam dosa yang tiada akhir.
Keberhasilan para tokoh dunia selalu diawali dengan
keberhasilan atas penguasaan dirinya sendiri. Kita bisa bayangkan
bagaimana seorang Einstein bisa menjadi pemikir hebat kalau
dengan dirinya sendiri saja dia sudah terkalahkan.
Newton tentu akan malas membaca rahasia alam melalui sebuah apel,
tapi karena dia telah berhasil menaklukkan dirinya sendiri,
rasa malas, negatif, pesimis itu hilang entah kemana .
Ibnu sina, Ibnu Khaldun, Al-Farabi , Al Ghazali , Al-Kindi , Harun Al Rasyid
dan masih banyak filosof muslim lainnya , mereka tidak akan menghasilkan
karya yang agung seandainya belum bisa menemukan rahasia kehidupan
yang sesungguhnya. Ketika mereka telah berdamai dengan dirinya sendiri,
seluruh alam semesta akan ikut larut dalam perdamaian sejati.
2.Ijtihad
Orang-orang yang pada awalnya tidak memiliki modal dalam menggapai
kesuksesan pelan namun pasti menggapai kesuksesan , ini dikarenakan
mereka bersungguh-sungguh dalam berijtihad .
Dalam unsur ijtihad ada tiga semangat yang tidak bisa dipisahkan ,
yaitu kreatif, inovatif, dan pionir.Kreatif tidak hanya taklik (mengikuti secara buta),
tapi juga ikut dengan mengerti atau membuat karya baru yang justru saling melengkapi.
Dalam pencapaian jiwa yang tercerahkan tidak hanya berakhir pada kreatif,
tapi hasil yang telah jadi dikemas terus hingga menjadi inovasi-inovasi baru tiada henti.
begitu juga bila dikaitkan dengan masalah jiwa. Siapapun yang terus meningkatkan
kualitas jiwanya dia akan lebih cepat mencapainya bila dibandingkan dengan
orang yang merasa suci sendiri, padahal jiwanya terkadang naik terkadang turun.
Unsur Ijtihad dapat berfungsi sebagai pembersih jiwa kelak,
pada saat kita menghadap Allah, jiwa kita pada kondisi yang suci, bersih dan bahagia.
Pionir . Ijtihad itu sendiri sebenarnya adalah usaha yang bersungguh-sungguh
dalam pikiran untuk menyucikan jiwa , yaitu bagaimana kita menjaga pikiran
agar selalu jernih dan cerdas, bukan tumpul dan bodoh.
Pada saat jiwa kita jernih dalam berpikir , kita akan membuang ilalang (pikiran negatif)
agar tidak bersemayam dengan pikiran positif yang kita miliki .
Seorang pencari kebenaran sejati selalu bisa menjaga pikirannya
dari hal-hal yang merendahkan dirinya, Kalau ini dapat kita miliki
semoga bisa menjadi contoh dan teladan bagi orang lain.
3 . Mujahadah
Bila kita telah bersungguh-sungguh dalam jihad dan ijtihad,
kita harus melengkapinya dengan mujahadah. Karena mujahadah adalah
selimut bagi kekosongan hati dan jiwa. Hanya kepada ALLAH lah kita memohon
ampunan dan hanya kepada_NYA segala masalah kita akan terjawab .
ALLAH mengabulkan doa hamba_NYA , meskipun tidak semuanya lansung terkabulkan.
Mujahadah adalah semangat bersungguh-sungguh untuk berdoa
kepada ALLAH agar memudahkan segala usaha dan meluruskan segala niat.
Dalam mujahadah itulah kita menemukan diri ini sangat kecil di hadapan ALLAH.
Dan hanya ALLAH-lah Yang maha Besar. Segala masalah dan jawaban muaranya
selalu bersumber kepada_NYA.
Dan Tuhan kamu (ALLAH) berfirman :
"Berdoalah kepada_KU, niscaya akan KU perkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang takabbur dari menyembah_KU,
mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan terhina"
(QS Al- Mumin (40) : 60)
Pepatah Arab mengatakan “man Jadda wajada”
( “barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkannya” ).
Usaha itu harus dilakukan secara menyeluruh, tidak terpisahkan satu sama lain,
jihad, ijtihad dan mujahadah.
Jika kita bermujahadah dengan sungguh-sungguh tapi tanpa jihad (ikhtiar)
kebahagiaan masih sangat jauh dari kita. Sebaliknya Jika kita bersungguh – sungguh
dalam bekerja, namun malas dalam berdoa tentunya kebahagiaan dan kesuksesan
menjadi impian kosong belaka. Begitu juga mungkin kita bersungguh-sungguh
berusaha dan berdoa tapi pikiran malas dan gampang menyerah,
itupun hanya akan menjadi siksaan badan saja. Itulah yang disebuat “Dynamic Interply”,
sesuatu yang tidak bisa dipisahkan antara satu dan lainnya, semua saling ketergantungan.
Wallahu a’lam bishawwab
♥♥ QALBU DAN LISAN ♥♥
Qalbu itu bagaikan panci dalam dada yang mendidih isinya
dan siuknya adalah lisannya
Oleh karena itu, perhatikanlah seseorang ketika dia bicara
karena sesungguhnya lisannyalah yang menyiukkan untuk anda-
rasa manis dan rasa kecut, rasa segar dan rasa pahit kandungan hatinya
dan memberitahukan kepada anda rasa kandungan hatinya
melalui lisannya
Mulut seseorang adalah toserba perbendaharaannya
Dan kedua bibir mereka adalah kuncinya
sedang gigi mereka adalah cakarnya
Apabila seseorang membuka pintu toserbanya
Akan jelaslah bagi anda baik buruknya
Sebaik-baik perkara adalah kalam yang benar,
lisan yang fasih dengan wajah yang cerah
Dan kata-kata yang lembut yang keluar dari lautan ilmu yang dalam
melalui lisan seseorang yang berperangai lembut
Kalam yang baik adalah baik
dan yang lebih baik daripada kalam adalah maknanya,
Dan yang lebih baik daripada maknanya adalah pengamalannya,
Dan yang lebih baik dari pengamalannya adalah pahalanya
Dan yang lebih baik dari daripada pahalanya adalah Keridhaan dari Tuhan
Yang amal itu dikerjakan karena-Nya
Barangsiapa yang qalbunya disertai dengan kebaikan,
Niscaya keburukan tidak akan dapat membahayakannya
Barangsiapa yang disertai dengan keburukan
Niscaya kebaikannya tidak berguna baginya
Jangan kita menuntut ilmu karena riya
Jangan pula kita meninggalkannya karena malu
Musibah yang paling besar yang menimpa orang bijak ialah
Bila sehari yang dilaluinya tidak menyebabkan ia mendapatkan hadiah dari Tuhannya
Yaitu Hikmah yang baru
Orang yang bertobat ditangisi oleh tobatnya
Orang yang zuhud ditangisi oleh dunia yang ditinggalkannya
Dan orang yang shiddiq ditangisi oleh rasa takut
kehilangan imannya
Barangsiapa yang tidak memperbaiki akalnya
Maka ia tidak dapat menyembah Tuhannya dengan baik
Wallahu A'lam bisshawwab
Selasa, 15 Februari 2011
♥♥ BENING DALAM HENING ♥♥
Ya Allah jernihkanlah pikiran kami
agar bisa melihat kebenaran,
bukan pembenaran...
Kata bijak mengatakan :
"Untuk hidup kita perlu air dan
untuk hidup yang bermakna kita butuh berdiam diri."
Pikiran bagaikan tanaman kalau kita tidak pandai merawatnya
yang tumbuh adalah ilalang .
Ia bisa melahirkan kebahagiaan sekaligus kesengsaraan.
Dengarkan suara hati saat menatap alam sekitar.
Kenali rasa dan jiwa kita.
Pikiran akan melahirkan nasib seseorang.
Diawali dari pikiran positif lalu ucapan bijak,
dilanjutkan perilaku yang baik sampai menjadi
kebiasaan yang mengagungkan.
Dengan sengaja menyediakan ruang hati terdalamnya
untuk media dialog antara dirinya dan ALLAH Subhanahu wataala.
Hati yang menjadi tempat yang subur
untuk bunga-bunga Asmaul husna,
dengan 99 asma ALLAH yang mampu
menjadi taman yang penuh warna dan keindahan.
Sehingga tidak ada lagi ruang untuk benci,
dendam , iri takut ,marah dan kecewa ,
Yang ada hanya hati, nurani untuk mengagungkan ALLAH ....
Saat penyerahan dirinya hanya Pada ALLAH...
yakin ALLAH akan membantunya dalam setiap desah nafas kehidupan.
( semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita menuju kesana..
amin Ya Rabbal alamin )
Sebaliknya saat kita membiarkan hati di isi oleh ilalang kebencian ,
kedengkian, keserakahan, kemarahan, kekecewaan dan keputusasaan ,
serta Ketakutan , keraguan, keterasingan dan kehampaan
yang diciptakan oleh pikiran manusia sendiri.
Ibarat gembok, diri nya yang mengunci gembok itu.
Dirinya juga yang terkunci di dalamnya.
Bagaikan akar pohon yang saling menguatkan satu sama lain,
maka buahnya adalah kesengsaraan tiada henti...
Keheningan ada dalam diri ,di ruang terdalam dalam hati kita.
Suara-suara kebenaran sering datangnya dari hati yang terdalam.
Suara hati (nurani) yang tercerahkan selalu mengarah
kepada kebenaran yang hakiki.
Pertanyaan nya bagaimana membedakan suara nurani dengan Zulmani?
Nurani selalu mengajak kita kepada kebenaran,
sementara zulmani mengajak kita kepada pembenaran.
Saat kita menuju kebenaran banyak aral melintang,
rintangan, kerikil dan ujian satu persatu akan datang
kepada kita tanpa di duga sebelumnya.
Saat kita menuju pembenaran ,
terkadang ujian datang setelah kita mencapai tujuan.
Pada saat seseorang mampu menemukan nurani (suara hati)
maka disanalah suara-suara kebenaran hakiki
dan sejati bersembunyi, dia tenang mesti banyak badai diluar sana .
“Kalau pisau diasah oleh batu, manusia di asah oleh manusia lainnya”.
Seringnya kita terasah oleh sesama, termasuk hinaan, cacian, fitnah,
dengki bahkan termasuk pujian adalah bentuk asahan jiwa manusia
untuk menjadi manusia yang lebih baik. ....
Saat ini mungkin saja seseorang sedang duduk di kursi empuk,
rumah mewah, harta berlimpah, istri cantik dan kemewahan lainnya
yang melenakan, Namun tetap saja hati ini merasakan ada yang kurang.
Bahkan makin haus akan air kehidupan yang menyegarkan.
Kalau itu benar kita alami, maka tidak ada jalan lain kecuali
segera melakukan ‘silence’ (keheningan). itulah panggilan nurani
yang mulai merasakan adanya yang kurang dalam diri,
Hati dan jiwa ini ibarat orang yang terjebak tadi ,
sementara padang pasir itu adalah kehidupan kita saat ini
yang tidak pernah ada tepinya.
Kita sibuk bekerja dan bekerja .
Kita memiliki semuanya namun tetap saja jiwa ini kehausan
akan makna hidup, hingga tubuh ini seperti robot yang berjalan,
tapi dikendalikan dan di kontrol oleh alat lain.
Itu artinya Pemilik dalam tubuh ini sedang merasakan kehausan.
Bahkan kalau tidak segera diselamatkan
akan berakhir dengan kematian sang jiwa.
Yang di butuhkan bukanlah materi yang harganya miliaran,
justru yang dibutuhkan sebuah sumber air yang murah,
namun bisa menyegarkan kita dari dahaga spiritual.
Melangkah dalam hening menuju kebeningan,
Mendekatkan jiwa pada Sang pemberi kesejukan ruhani ,
sampai kita terbangkit dalam kesadaran , Untuk segera meraihnya...
Saat hati dan pikiran telah sepakat dalam kondisi hening,
menuju Rabb- nya energi baru akan muncul untuk menggugah
setiap orang bangkit dari kebodohan, bangkit dari keterpurukan
dan bangkit dari kemiskinan serta kekecewaan.
Orang yang tidak merasakan kebahagiaan bukanlah
karena ia ‘belum menemukannya’,
tetapi karena dia tidak mau berhenti sejenak
untuk menikmati apa yang telah ia dapatkan ”....
“Jadilah tanah yang rendah, air akan banyak mengalir kepada Anda.
Jangan jadi tanah yang tinggi, Anda akan kekurangan Air”
(pepatah cina kuno)
"Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya
di tengah –tengah kamu ada Rasulullah,
kalau dia menuruti kamu dalam beberapa urusan,
niscaya kamu akan mendapat kesusahan,
Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan
dan menjadikan iman itu indah di hatimu,
serta menjadikan kamu benci kepada kefakiran,
kefasikan, dan kedurhakaan.
Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus"
(QS Al Hujarat : 7)
______________
♥♥
Jika hati disembuhkan
Sensualitasnya dibersihkan
Tuhan Yang Maha pengasih
Bersemayam diatas singgasana
Hati terbimbing
Ia bersama Tuhan..♥♥
Wallahu a’lam bishawwab
agar bisa melihat kebenaran,
bukan pembenaran...
Kata bijak mengatakan :
"Untuk hidup kita perlu air dan
untuk hidup yang bermakna kita butuh berdiam diri."
Pikiran bagaikan tanaman kalau kita tidak pandai merawatnya
yang tumbuh adalah ilalang .
Ia bisa melahirkan kebahagiaan sekaligus kesengsaraan.
Dengarkan suara hati saat menatap alam sekitar.
Kenali rasa dan jiwa kita.
Pikiran akan melahirkan nasib seseorang.
Diawali dari pikiran positif lalu ucapan bijak,
dilanjutkan perilaku yang baik sampai menjadi
kebiasaan yang mengagungkan.
Dengan sengaja menyediakan ruang hati terdalamnya
untuk media dialog antara dirinya dan ALLAH Subhanahu wataala.
Hati yang menjadi tempat yang subur
untuk bunga-bunga Asmaul husna,
dengan 99 asma ALLAH yang mampu
menjadi taman yang penuh warna dan keindahan.
Sehingga tidak ada lagi ruang untuk benci,
dendam , iri takut ,marah dan kecewa ,
Yang ada hanya hati, nurani untuk mengagungkan ALLAH ....
Saat penyerahan dirinya hanya Pada ALLAH...
yakin ALLAH akan membantunya dalam setiap desah nafas kehidupan.
( semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita menuju kesana..
amin Ya Rabbal alamin )
Sebaliknya saat kita membiarkan hati di isi oleh ilalang kebencian ,
kedengkian, keserakahan, kemarahan, kekecewaan dan keputusasaan ,
serta Ketakutan , keraguan, keterasingan dan kehampaan
yang diciptakan oleh pikiran manusia sendiri.
Ibarat gembok, diri nya yang mengunci gembok itu.
Dirinya juga yang terkunci di dalamnya.
Bagaikan akar pohon yang saling menguatkan satu sama lain,
maka buahnya adalah kesengsaraan tiada henti...
Keheningan ada dalam diri ,di ruang terdalam dalam hati kita.
Suara-suara kebenaran sering datangnya dari hati yang terdalam.
Suara hati (nurani) yang tercerahkan selalu mengarah
kepada kebenaran yang hakiki.
Pertanyaan nya bagaimana membedakan suara nurani dengan Zulmani?
Nurani selalu mengajak kita kepada kebenaran,
sementara zulmani mengajak kita kepada pembenaran.
Saat kita menuju kebenaran banyak aral melintang,
rintangan, kerikil dan ujian satu persatu akan datang
kepada kita tanpa di duga sebelumnya.
Saat kita menuju pembenaran ,
terkadang ujian datang setelah kita mencapai tujuan.
Pada saat seseorang mampu menemukan nurani (suara hati)
maka disanalah suara-suara kebenaran hakiki
dan sejati bersembunyi, dia tenang mesti banyak badai diluar sana .
“Kalau pisau diasah oleh batu, manusia di asah oleh manusia lainnya”.
Seringnya kita terasah oleh sesama, termasuk hinaan, cacian, fitnah,
dengki bahkan termasuk pujian adalah bentuk asahan jiwa manusia
untuk menjadi manusia yang lebih baik. ....
Saat ini mungkin saja seseorang sedang duduk di kursi empuk,
rumah mewah, harta berlimpah, istri cantik dan kemewahan lainnya
yang melenakan, Namun tetap saja hati ini merasakan ada yang kurang.
Bahkan makin haus akan air kehidupan yang menyegarkan.
Kalau itu benar kita alami, maka tidak ada jalan lain kecuali
segera melakukan ‘silence’ (keheningan). itulah panggilan nurani
yang mulai merasakan adanya yang kurang dalam diri,
Hati dan jiwa ini ibarat orang yang terjebak tadi ,
sementara padang pasir itu adalah kehidupan kita saat ini
yang tidak pernah ada tepinya.
Kita sibuk bekerja dan bekerja .
Kita memiliki semuanya namun tetap saja jiwa ini kehausan
akan makna hidup, hingga tubuh ini seperti robot yang berjalan,
tapi dikendalikan dan di kontrol oleh alat lain.
Itu artinya Pemilik dalam tubuh ini sedang merasakan kehausan.
Bahkan kalau tidak segera diselamatkan
akan berakhir dengan kematian sang jiwa.
Yang di butuhkan bukanlah materi yang harganya miliaran,
justru yang dibutuhkan sebuah sumber air yang murah,
namun bisa menyegarkan kita dari dahaga spiritual.
Melangkah dalam hening menuju kebeningan,
Mendekatkan jiwa pada Sang pemberi kesejukan ruhani ,
sampai kita terbangkit dalam kesadaran , Untuk segera meraihnya...
Saat hati dan pikiran telah sepakat dalam kondisi hening,
menuju Rabb- nya energi baru akan muncul untuk menggugah
setiap orang bangkit dari kebodohan, bangkit dari keterpurukan
dan bangkit dari kemiskinan serta kekecewaan.
Orang yang tidak merasakan kebahagiaan bukanlah
karena ia ‘belum menemukannya’,
tetapi karena dia tidak mau berhenti sejenak
untuk menikmati apa yang telah ia dapatkan ”....
“Jadilah tanah yang rendah, air akan banyak mengalir kepada Anda.
Jangan jadi tanah yang tinggi, Anda akan kekurangan Air”
(pepatah cina kuno)
"Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya
di tengah –tengah kamu ada Rasulullah,
kalau dia menuruti kamu dalam beberapa urusan,
niscaya kamu akan mendapat kesusahan,
Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan
dan menjadikan iman itu indah di hatimu,
serta menjadikan kamu benci kepada kefakiran,
kefasikan, dan kedurhakaan.
Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus"
(QS Al Hujarat : 7)
______________
♥♥
Jika hati disembuhkan
Sensualitasnya dibersihkan
Tuhan Yang Maha pengasih
Bersemayam diatas singgasana
Hati terbimbing
Ia bersama Tuhan..♥♥
Wallahu a’lam bishawwab
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
- ...CaNdRa KiRaNa...
- @ Tuhan, Saat aku meyukai seorang teman, Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir, Sehingga aku akan tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir. @ Tuhan, Ketika aku merindukan kekasih, Rindukanlah aku kepada yang rindu kepada cinta sejati-MU, Agar kerinduanku kepada-MU semakin menjadi. @ Tuhan, Jika aku hendak mencinta seseorang, Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-MU, Agar bertambah kuat cintaku pada-MU. @ Tuhan, Ketika aku sedang jatuh cinta, Jagalah cinta itu, Agar tidak melebihi cintaku pada-MU. @ Tuhan, Ketika aku berucap aku cinta padamu, Biarlah kuakatakan kepada yang hatinya tertaut pada-MU, Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-MU.







