Sabtu, 26 Februari 2011

♥♥ ORANG yang BERBUAT BAIK tetapi MASUK NERAKA ♥♥


Sahabat...
Tidak cukup kita menjadi orang yang BAIK.
Karena tidak semua yang masuk NERAKA adalah orang yang TIDAK BAIK.
Ada juga, mereka adalah orang yang menganggap telah berbuat seBAIK-BAIKnya.
Tetapi sesungguhnya dia adalah orang yang PALING MERUGI perbuatannya.
Padahal mereka telah beramal SHOLEH yang banyak kepada orang lain.

Mereka itulah orang yang tidak mendapat HIKMAH dari ALLAH...
Menganggap telah berbuat seBAIK-BAIKnya.
Tetapi PALING MERUGI perbuatannya.

Kunci yang lain selain AMAL SHOLEH adalah BERIMAN,
Yaitu BEIMAN kepada AYAT-AYAT Allah dengan MENTAATINYA,
dan tidak MENYEKUTUKAN_NYA dengan sesuatupun.

 ALLAH subhanahu wa ta’ala menjelaskan HIKMAH ini :

"Sesungguhnya jika engkau berbuat  SYIRIK, niscaya HAPUSlah amalmu, 
dan benar-benar engkau termasuk orang yang RUGI". 
(QS. Az-Zumar: 65).

Katakanlah (Muhammad): 
"Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang 
yang paling merugi perbuatannya?"

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, 
sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Mereka itu orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka 
dan mengingkari  perjumpaan dengan DIA. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, 
dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka 
dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat_KU dan rasul-rasul_KU sebagai olok-olok.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, 
bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, 
mereka tidak ingin berpindah daripadanya.

Katakanlah (Muhammad): 
"Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, 
sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, 
meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).

Katakanlah (Muhammad): 
"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: 
"Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". 
Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia 
mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun 
dalam beribadat kepada Tuhannya".
(QS Al Kahfi : 103-110)

” Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min,
apabila ALLAH dan Rasul_NYA telah menetapkan suatu ketetapan,
akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.
Dan barangsiapa mendurhakai ALLAH dan Rasul_NYA
maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”
(QS Al Ahzab : 36)

Bahkan menurut ALLAH subhanahu wa ta’ala...
Do’a mereka tidak akan sampai kepada ALLAH.
Catatan amal mereka akan tertahan.
Karena PINTU LANGIT telah TERTUTUP untuk mereka.
Dan mereka MUSTAHIL akan masuk SURGA.
Sebagaimana MUSTAHILnya UNTA masuk ke dalam LOBANG JARUM.

”Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami
dan menyombongkan diri terhadapnya,
sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit
dan tidak (pula) mereka masuk surga,  
hingga unta masuk ke lobang jarum.
Demikianlah Kami memberi pembalasan
kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.”
(QS Al A’raf : 40)

Sahabat Hikmah...
Telah banyak AYAT ALLAH yang kita dapatkan...
Telah banyak SABDA Rasul yang kita pelajari...
Apakah kita telah  MENGIMANI dengan MENGAMALKANNYA ?
Ataukah kita telah MENGINGKARI dengan MENCAMPAKKANNYA ?
Janganlah kita BERIMAN dengan AYAT yang satu...
Dan INGKAR dengan ayat yang lain.

Janganlah kita BERIMAN dengan AYAT tentang IMAN kepada ALLAH,
Tetapi INGKAR dengan AYAT tentang larangan SYIRIK kepada_NYA.

Janganlah kita BERIMAN dengan AYAT tentang SHOLAT,
Tetapi INGKAR dengan AYAT tentang ZAKAT.

Janganlah kita BERIMAN dengan AYAT tentang AKHLAQ,
Tetapi INGKAR dengan AYAT tentang JILBAB.

Janganlah kita BERIMAN dengan AYAT tentang HAJI,
Tetapi INGKAR dengan AYAT tentang JIHAD.

SEMUANYA datang dari ALLAH dan Rasul_NYA,
SEMUANYA kita harus MENERIMANYA.

Masuklah ke dalam ISLAM secara KAFFAH (KESELURUHAN),
Janganlah MENGIKUTI langkah-langkah SYAITHAN.

”Hai orang-orang yang beriman,
masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya,
dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.
Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.


Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan ALLAH)
sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran,
maka ketahuilah, bahwasanya ALLAH Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS Al Baqarah : 208-209)

Atau mereka adalah orang yang beriman kepada ALLAH,
dan beriman kepada sebagian Rasul dan tetapi ingkar kepada Rasul yang lain.
beriman kepada sebagian ayat ALLAH dan ingkar kepada ayat yang lain.
Dan mereka hendak membedakan antara mereka.

”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ALLAH dan rasu-rasul_NYA,
dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul_NYA,
dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian
dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)",
serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah)
di antara yang demikian (iman atau kafir),
merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya.
Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu
siksaan yang menghinakan.”
(QS An Nisa:150-151)

Menurut sebagian besar mufassir seperti Ibnu Jarir al-Thabari, 
al-Qurthubi, Ibnu Katsir, Fakhruddin al-Razi, al-Syaukani, 
dll ayat ini turun berkenaan dengan kaum Yahudi dan Nasrani.

Kaum Yahudi meng-aku beriman kepada Nabi Musa dan Taurat,
namun mengingkari Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW.
Dan mereka telah menyekutukan ALLAH dengan 'Uzair.

Sedangkan kaum Nasrani mengaku beriman kepada Nabi Musa dan Nabi Isa,
namun mengingkari Nabi Muhammad SAW.
Dan mereka telah menyekutukan ALLAH dengan Nabi Isa (Yesus)

Berimanlah kepada ALLAH dan semua Rasul_NYA.
Karena kendati mengaku beriman kepada ALLAH SWT, 
tetapi beriman  dengan sebagian rasul_NYA,
mereka semua dinyatakan ayat ini sebagai orang-orang yang kafir sebenar-benarnya.

Wallahu a’lam bi showab

♥♥ INTRUKSI KEHIDUPAN ♥♥







Banyak orang datang dan pergi dalam kehidupanmu
Namun hanya TEMAN SEJATIlah yang akan terukir dalam hatimu

Orang yang kehilangan UANG, ia kehilangan BANYAK
Tetapi orang yang kehilangan TEMAN, ia kehilangan LEBIH BANYAK
Dan orang yang kehilangan KEPERCAYAAN, ia kehilangan SEGALANYA

Untuk mengatasi DIRIMU, gunakanlah AKALMU
Dan untuk mengatasi ORANG LAIN, gunakanlah HATIMU

Jika seseorang mengkhianatimu SEKALI, itu adalah KESALAHANNYA
Namun jika ia mengkhianatimu DUA KALI, itu adalah KESALAHANMU

Tuhan memberi SETIAP burung makanan
Namun Ia TIDAK melempar makanan itu kedalam SARANG

Wanita MUDA yang CANTIK itu adalah SEPANTASNYA
Dan wanita TUA yang CANTIK adalah hasil dari SENI

Dunia MAMPU penuhi hajat orang BANYAK
Tapi TAK CUKUP bagi SATU orang yang SERAKAH

Saat kita dalam keadaan SUSAH
Kita merasa yang TERSUSAH di DUNIA
Namun saat mendapatkan KESENANGAN
Kita masih saja INGIN seperti ORANG LAIN

SESUSAH apapun kita
Pasti ada yang JAUH LEBIH SUSAH
Dan SEKAYA apapun kita
Pasti masih merasa BELUM PUAS

Maka rasakanlah CUKUP apa yang ADA
DARIPADA apa yang TIADA
Dan TETAPLAH MERAIH apa yang DICITA
Sambil BERSYUKUR atas apa yang ADA

BELAJARLAH dari KESALAHAN orang lain
Dan kamu TAK PERLU BERBUAT KESALAHAN-KESALAHAN itu

♥♥ SEBUAH PERJALANAN ♥♥




Ketika Anda putus cinta, anda menangis  
Namun ketika Surga hilang  anda tertawa
Dunia  adalah mimpi
Dan kematian adalah terjaga dari tidur
Sedangkan hari pembalasan Adalah kenyataan dari mimpi-mimpi

Dunia adalah lautan
Dan tepian pantainya adalah kuburan
Sadarkah kita bahwa perahu jiwa  sudah mendekati tepi pantai?

Timbanglah keimanan yang anda miliki
Dengan dosa-dosa  yang telah di perbuat.
Kemudian Buatlah standar seberapa BESAR KEBUTUHAN
untuk MEMPERBAIKI dan MEMBENAHI KEIMANAN

Langkah awal menuju Allah SWT adalah 
Dengan BERTOBAT atas DOSA-DOSA,
Lalu menjauhi  perbuatan dosa ,
Menyesali telah berbuat dosa
Dan berpikir akan dampak dan akibat dari dosa-dosa .

Barangsiapa yang sekarang menahan diri
dari kenikmatan sementara ,
Maka esok dia akan merasakan kenikmatan abadi

Barangsiapa mengerjakan perbuatan orang kafir ,
maka dia akan dikumpulkan  dengan Orang-Orang KAFIR.
Barangsiapa mengerjakan Pekerjaan  ORANG ZALIM,
maka Dia akan BERKUMPUL dengan Orang-Orang ZALIM
Barangsiapa mengerjakan perbuatan orang MUNAFIK
maka ia akan DIKUMPULKAN dengan Orang-Orang MUNAFIK.


Jika telah LUPA akan KEMATIAN
maka INGATKANLAH DIRI dengan cara BERADA di KUBURAN
Jika masih belum bisa
Coba INGATKAN DIRI dengan TEMAN YANG SHALEH,
Jika itupun masih belum bisa ,
Coba MENGINGATKANNYA dalam MAJELIS-MAJELIS ZIKIR,
Dan jika semuanya sudah tidak bisa ,
PERIKSALAH NADI Agar dapat mengetahui,
Apakah kita MASIH HIDUP atau SUDAH MATI ?


HARI adalah BENTANGAN WAKTU
Sedangkan WAKTU adalah BENTANGAN HIRUPAN NAFAS
Setiap SATU NAFAS adalah KEKAYAAN
Jangan sampai NAFASMU TERBUANG tanpa sesuatu yang BERMANFAAT

Pergunakanlah KESEMPATAN di MASA MUDAMU
SINGKIRKANLAH SEGALA ALASAN
BERBUATLAH KEBAIKAN
BERTEMANLAH dengan KEBAJIKAN
MENANGISLAH di sepertiga malam terakhir

Walaupun ketika musim panas, Bara panas menyakitimu
Ketika musim gugur membinasakanmu
Ketika musim dingin menggigilkan tubuhmu
Dan ketika musim semi membahagiakan hatimu
Di waktu kapan saja, walaupun sedikit...
AKU akan mengambil Ilmu dari_MU

***
 
Aku yang  tersesat dalam lorong-lorong kehidupan,
Mencoba mencari seteguk hidayah dari Tuhan ...
Aku akui Ketidakmampuanku  dihadapan Kekuasaan_MU
Kelemahanku dihadapan KEPERKASAAN_MU
Kefakiranku dihadapan KEKAYAAN_MU
Sungguh, aku pasti dalam KEBINASAAN,
Jika Rahmat_MU Tidak Engkau Anugerahkan,
Wahai zat YANG MAHA PENGASIH,
BERIKANLAH RAHMAT_MU KEPADAKU ....

♥♥ "SETIAP SESUATU ADA PERUSAKNYA...." ♥♥




Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
 

Sahabatku rahimakumullah,
Di antara sekian banyak sahabat Nabi, 

hanya Ali bin Abi Thalib-lah yang diberikan sebutan karamallahu wajhah, 
sebuah sebutan yang juga berarti doa 
“Semoga Allah memuliakan wajahnya” atau 
“Allah telah memuliakan wajahnya.”
Semua ulama sepakat bahwa doa itu 
hanya dikhususkan untuk Imam Ali saja 
seperti halnya sebutan shalallahu ‘alaihi wa alihi wassalam 
untuk Nabi Muhammad atau do'a Radhiyallahu'anhu 
bagi sahabat-sahabat yang lain dan juga untuk Ali Bin Abu Thalib..

Ada beberapa riwayat yang menjelaskan mengapa Imam Ali 

diberi sebutan kawamallahu wajhah, 
salah satu riwayat di antaranya menjelaskan alasan tentang doa itu

Pertama, di antara semua sahabat Nabi saw, 

hanya Ali bin Abi Thalib yang tidak pernah menyembah berhala. 
Dia masuk Islam dalam usia yang masih kecil 
sehingga tak sempat beribadat kepada berhala. 
Artinya, wajah beliau tidak pernah disujudkan kepada berhala manapun. 
Ali kecil langsung sujud kepada Allah swt.

Alasan kedua, Imam Ali adalah orang yang dikenal tak pernah melihat aurat, 

baik aurat dirinya sendiri maupun aurat orang lain, 
sehingga wajahnya terjaga dari hal-hal yang tidak patut di lihat..

Dari sekian banyak sahabat Nabi saw juga, 

Imam Ali bin Abi Thalib kw adalah sahabat yang 
paling banyak memberi kata-kata hikmah bagi ummat Islam. 
Kitab Nahjul Bhalagah adalah satu Kitab yang berisi 
Kumpulan Khutbah-Khutbah beliau yang banyak 
memuat kata-kata hikmah. Oleh karenanya Imam Ali Bin Abi Thalib kw 
juga disebut Penghulu kaum sufi.

Nah di bawah ini adalah 73 yang ada perusaknya, 

yang merupakan kata-kata hikmah dari Imam Ali Bin Abi Thalib kw 
yang saya kutip dari Kitab Mizanul-hikmah sebagai berikut :

Imam Ali Bin Abi Thalib kw. berkata: "Setiap sesuatu ada perusaknya......"

01. Rusaknya keahlian karena pujian yang berlebihan
02. Rusaknya keberanian karena kebrutalan
03. Rusaknya kebaikan karena diungkit-ungkit
04. Rusaknya keindahan karena kesombongan
05. Rusaknya ibadah karena santai
06. Rusaknya ilmu karena lupa
07. Rusaknya kelembutan karena kebodohan
08. Rusaknya kebangsawanan karena kebanggaan
09. Rusaknya kedermawanan karena keborosan
10. Rusaknya agama karena hawa nafsu
11. Rusaknya ibadah karena riya’
12. Rusaknya akal murni karena ujub (bangga diri)
13. Rusaknya kemurahan hati karena keangkuhan
14. Rusaknya malu karena kelemahan
15. Rusaknya lemah-lembut karena kerendahan akhlak
16. Rusaknya keuletan karena kekejian
17. Pengecut adalah kerusakan
18. Hawa nafsu adalah kerusakan bagi akal
19. Rusaknya iman karena kemusyrikan
20. Rusaknya keyakinan karena keraguan
21. Rusaknya nikmat karena pengingkaran
22. Rusaknya ketaatan karena maksiat
23. Rusaknya kemuliaan karena kesombongan
24. Rusaknya kecerdikan karena tipudaya
25. Rusaknya kedermawanan karena diungkit-ungkit
26. Rusaknya agama karena buruk sangka
27. Rusaknya akal karena hawa nafsu
28. Rusaknya kemuliaan karena halangan taqdir (ketentuan)
29. Rusaknya diri karena terlalu memberikan kecintaan pada dunia
30. Rusaknya musyawarah karena ide-ide yang bertentangan
31. Rusaknya para raja karena buruk sepak terjang
32. Rusaknya kabinet karena niat jahat
33. Rusaknya ulama karena cinta kekuasaan
34. Rusaknya para pemimpin karena lemah taktiknya
35. Rusaknya pasukan karena menyalahi komando
36. Rusaknya latihan karena dikalahkan oleh kebiasaan
37. Rusaknya rakyat karena meyalahi ketaatan
38. Rusaknya penjagaan karena kurangnya rasa kecukupan
39. Rusaknya peradilan karena kerakusan
40. Rusaknya para pelaku keadilan karena kurang hati-hatinya pengawasan
41. Rusaknya keberanian karena mengabaikan tekad
42. Rusaknya orangkuat karena menganggap lemah musuh
43. Rusaknya kelembutan karena kehinaan
44. Rusaknya pemberian karena mengulur-ulur
45. Rusaknya ekonomi karena pelit
46. Rusaknya wibawa karena senda gurau
47. Rusaknya pencarian karena tidak sukses
48. Rusaknya kerajaan karena lemahnya penjagaan
49. Rusaknya perjanjian karena kurangnya perhatian
50. Rusaknya kepemimpinan karena kebanggaan
51. Rusaknya penukilan karena sumber berita yang bohong
52. Rusaknya ilmu karena meninggalkan prakteknya
53. Rusaknya perbuatan karena tidak ada keikhlasan
54. Rusaknya kemurahan karena kebanggaan
55. Rusaknya masyarakat umum karena orang alim yang licik
56. Rusaknya keadilan karena orang zalim yang menyimpang
57. Rusaknya pembangunan karena penyimpangan para penguasa
58. Rusaknya kekuatan karena menghalangi untuk berbuat baik
59. Rusaknya pembicaraan karena dusta
60. Rusaknya amal-amal karena kelemahan para pelakunya
61. Rusaknya angan-angan karena tibanya ajal
62. Rusaknya kesetiaan karena penipuan
63. Rusaknya tekad karena kadaluarsanya perkara
64. Rusaknya amanat karena penghianatan
65. Rusaknya ahli fiqih karena tidak menjaga diri
66. Rusaknya kemurahan karena berlebihan
67. Rusaknya kehidupan karena buruknya pengaturan
68. Rusaknya pembicaraan karena terlalu panjang
69. Rusaknya kekayaan karena kikir
70. Rusaknya kebaikan karena teman yang buruk
71. Rusaknya kemampuan karena kesombongan dan keangkuhan
72. Pangkal berbagai kerusakan adalah cinta pada kelezatan
73. Kerusakan yang paling jelek pada akal adalah kesombongan
(Mizanul-hikmah Juz I: 110-113)

Allahumma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad

Bârakallâhu lî wa lakum, wallâhualam bissawwâb.

 

"Utamakan SEHAT untuk duniamu, 
Utamakan AKHLAK dan SHALAT untuk akhiratmu"

Wallahualam bissawab

 

♥♥ PENYESALAN ♥♥


Betapa sering MATAMU MENYAKSIKAN hal-hal yang DIHARAMKAN, 
namun jarang sekali ia meneteskan AIR MATA PENYESALAN
Betapa sering kamu ABSEN dari SHALAT SUBUH 
hingga SIRNALAH CAHAYA DARI WAJAHMU
Betapa sering kamu MEMAKAN HARTA HARAM, 
hingga TERCABUT KEBERKAHAN darinya.
Betapa sering kamu MENIKMATI SUARA MUSIK 
sehingga kamu LUPA MEMBACA AYAT-AYAT SUCI AL-QUR'AN
Betapa hatimu dipenuhi dengan KECINTAAN TERHADAP DUNIA 
hingga ia MENGABAIKAN AKHIRAT. 
Ketahuilah bahwa akhirat TIDAK DAPAT DIDUAKAN dengan hal lain.

Ibrahim bin Adham berkata : 
"BANYAK MELIHAT HAL-HAL YANG BATIL (DIHARAMKAN) MENGAKIBATKAN 
PENGETAHUAN TERHADAP KEBENARAN LENYAP DARI DALAM HATI"


***

Duhai orang yang bertobat , bicaralah dengan bahasa airmata  
dan ungkapkanlah tangisanmu, Semoga dengan demikian dapat menjadikan 
TOBATMU DITERIMA DAN DI RIDHAI OLEH_NYA.
Duhai orang yang bertobat, jika TELAH HILANG darimu sumber-sumber 
untuk melakukan KETAATAN DAN KASHALEHAN, 
maka JANGANLAH sampai hilang tongkat perlombaan menuju TOBAT

Duhai orang yang bertobat, janganlah kamu mengikuti BURUNG GAGAK 
dalam bertobat. Burung gagak mabuk karena minum terlalu banyak, 
kemudian dia berkeliling diantara bangkai- bangkai namun ketika sadar 
dari mabuknya IA MENYESAL karena ia telah sadar dari mabuknya.

Duhai orang yang bertobat, ketika di tetapkan dari 
MULUTMU TANPA ADA KETETAPAN dari HATIMU, 
maka tobatmu TIDAKLAH BERARTI. Dan jika dari HATIMU tidak benar- benar 
MENGGAMBARKAN PENYESALAN, maka TIDAK AKAN berpengaruh pada 
UCAPAN LISANMU karena benci untuk melakukan perjanjian 
berarti tidak terjadi kontrak perjanjiannya.

Maka wahai ORANG-ORANG YANG BERTOBAT 
dengan ucapan yang tidak diketahui apa dibalik ucapannya, 
ketahuilah TIDAK AKAN DITERIMA TOBATMU sampai kamu 
MENGETAHUI APA YANG KAMU UCAPKAN

Jika orang yang berakal tidak menangis dengan sisa usianya 
kecuali karena hilangnya ketaatan yang telah lewat darinya, 
yang mana ia menyesalinya sampai mati.
Lalu bagaimana dengan orang yang menanti masa depan usianya 
seperti yang telah ia lalui dengan maksiat?

Maka BANGUNLAH karena orang yang berdosa dapat DIAMPUNI 
dan bukankah ia berarti telah kehilangan pahala orang-orang yang berlaku baik?
Wahai orang yang bertobat, Panggillah di tengah malam yang sunyi,
Panggillah diwaktu sepertiga malam. 
Angkatlah suaramu untuk memohon ampunan atas dosa - dosa....

TETESKANLAH AIRMATA PENYESALAN....
MINUMLAH CAWAN KESEDIHAN...
TABURKANLAH DEBU DIATAS KEPALAMU,
NYARINGKAN TANGISAN MU DI DEPAN SANG KEKASIH,
SERTA BERMUNAJATLAH KEPADA ALLAH DI KEHENINGAN MALAM, 
LALU UCAPKAN, "WAHAI TUHAN, PINDAHKAN AKU DARI HINANYA 
MAKSIAT KEPADA KEMULIAAN TA'AT !"

Jumat, 25 Februari 2011

♥♥ 1000 T.O.P.E.N.G ♥♥







Terlalu banyak yang bersembunyi dan mengenakan topeng, 
menukar ‘janji’ dengan ‘kata

***

Jangan terpedaya oleh saya.
Jangan terpedaya oleh topeng yang saya pakai.
Saya memakai 1.000 topeng.
Topeng yang saya (sendiri) takut untuk menanggalkannya.
Topeng yang tak satupun mencerminkan wajah saya yang sebenarnya.
Kepura-puraan adalah satu seni yang sudah sehati 
dengan diri saya, tetapi janganlah terpedaya.

Saya memberi kesan bahwa kedudukan saya dalam keadaan selamat.
Semua yang bersama saya bercahaya dan tenteram, baik lahir maupun batin.
Rahasia adalah nama saya dan ketenangan adalah permainan saya.
Air semuanya tenang dan saya merasa berkuasa 
dan tidak memerlukan bantuan siapapun.
Tapi jangan percaya itu, tolong... jangan!

Penampilan luar saya kelihatan halus.
Tapi itu adalah topeng saya, topeng yang selalu berubah 
dan menutupi wajah saya yang sebenarnya.
Di bawah topeng itu ialah ketidakpuasan hati, 
ketidaktenteraman, dan kegelisahan.
Yang dibalik topeng itu adalah diri saya yang sebenarnya,  
yang dalam kebingungan, ketakutan, dan kesunyian.
Tapi saya sembunyikan di diri saya.
Saya tidak mau siapapun mengetahuinya.
Saya panik memikirkan kelemahan saya akan terbongkar.


Itulah sebabnya saya secara gila menciptakan topeng 
untuk berlindung, satu pencarian yang rumit 
untuk membantu saya berpura-pura dan berlindung 
dari pandangan mereka yang dapat mengenal saya.
Tapi pandangan seperti itu sebenarnya adalah pandangan penyelamat saya.
Itulah satu-satunya yang dapat membebaskan saya 
daripada saya yang terpenjara oleh dinding penjara buatan sendiri, 
dari dinding pemisah yang bersusah payah saya bina.
Tapi saya tidak menyatakan perkara ini kepada kamu,  
saya tak berani, saya takut.


Saya takut pada pandangan kamu yang tidak di ikuti 
dengan kasih sayang dan penerimaan.
Saya takut kamu memperkecilkan saya.
Kamu akan menertawakan saya dan ketawa kamu akan membunuh saya.
Saya takut bahwa jauh dalam diri saya, saya bukan apa-apa, 
saya tak berguna dan kamu akan melihatnya dan menolak saya.
Oleh karena itu, saya akan bergelimang dengan permainan 
kesukaan saya, kepura-puraan, dan berputus asa.
Dengan kepastian palsu di luar dan 
seorang kanak-kanak menggigil di dalamnya.


Saya sangat ingin menjadi manusia tulen,  
bersahaja, dan diri sendiri, tapi kamu harus menolong saya.
Bantulah saya dengan mengulurkan kedua belah tangan kamu.
Walaupun itulah yang terakhir yang saya ingin dan perlukan.
Setiap kamu bersikap baik, lembut, dan memberikan dorongan.
Setiap kali kamu mencoba memahami saya karena 
kamu benar-benar memperhatikan diri saya,  
hati saya mulai tumbuhkan sayap.
Sayap yang sangat kecil dan lemah, tapi benar-benar sayap.
Dengan kepekaan dan simpati kamu dan upaya kamu 
untuk memahami saya, saya dapat melakukannya, 
saya dapat memperbaiki.
Kamu menghidupkan kembali jiwa saya yang telah lama terkubur.
Memang tidak mudah bagi kamu untuk melakukannya.

Keyakinan yang lama pada sesuatu yang tak berarti, 
berupaya membina dinding yang teguh.
Tetapi kasih sayang lebih teguh daripada dinding, 
dan disitulah harapan saya.
Tolong jangan robohkan dinding itu dengan tangan yang kukuh,  
tapi dengan tangan yang lembut karena di dalamnya 
ada seorang kanak-kanak yang sensitif 
dan saya adalah seorang kanak-kanak.


Pengecut adalah kerusakan
Hawa nafsu adalah kerusakan bagi akal
Rusaknya keyakinan karena keraguan
Rusaknya nikmat karena pengingkaran


Rusaknya ketaatan karena maksiat
Rusaknya kemuliaan karena kesombongan
Rusaknya kecerdikan karena tipudaya
Rusaknya kemampuan karena kesombongan dan keangkuhan


Pangkal berbagai kerusakan adalah cinta pada kelezatan
Kerusakan yang paling jelek pada akal adalah kesombongan


Sebaik-baik nafsu adalah yang dilawan dan 
seburuk-buruk nafsu adalah yang di ikuti
Barang siapa yang mempunyai samudra ilmu 
kemudian kejatuhan setetes hawa nafsu,  
maka hawa nafsu itu akan merusak samudra tersebut


Syetan itu mencari sahabat-sahabatnya dan 
ALLAH menjaga kekasih-kekasih_NYA
Barang siapa memperhatikan waktu,  
maka ia akan selamat dari murka ALLAH
Orang yang selalu mempunyai hubungan dengan ALLAH,  
maka ALLAH akan memenuhi hatinya dengan rahmat di setiap waktu.

♥♥ PENYUCIAN JIWA ♥♥





Bismillaahirrahmaanirrahiim

 
Jiwa manusia diibaratkan sebagai istri pertama manusia sendiri, yang sering kita lupakan. 
Karena sudah tidak terawat dengan baik, sang jiwa menjadi keriput 
dan  tidak menyenangkan. Akhirnya kebanyakan dari kita akan mencari istri kedua, ketiga , 
bahkan keempat. Pertanyaan kita adalah  kenapa jiwa yang dulunya suci, bersih , 
indah dan hebat  berubah menjadi kotor , busuk dan tidak terawat?
Mengapa kita beruaha  mencari kebahagiaan lain dan buta terhadap kebahagiaan yang sejati?

Jawabnya adalah karena kekurangan 3P , yaitu  ; 
Perrhatian (p1); Perhatian (p2) , Perhatian (p3).
Padahal istri pertama inilah yang paling setia, 
karena  dialah sesungguhnya yang akan pergi menemani kematian kita, 
ikut mempertanggung jawabkan segala perbuatan yang  pernah kita lakukan.

Kurangnya perhatian terhadap jiwa kita sendiri membuat jiwa kita menjadi lemah, 
malas , takut,cemas , curiga dan pemarah.
Selalu berusaha menipu diri sendiri di balik topeng-topeng  kebahagiaan. 
Terkadang bersembunyi dibalik selimut kasih sayang dan kebaikan, 
padahal jiwanya rakus dan munafik. Selama dirinya bersembunyi  
di balik topeng kebohongan , jiwanya tidak pernah bahagia.

Beningnya suasana batin adalah  usaha (tugas) kita yang harus 
dibuktikan secara sungguh-sungguh membersihkannya. 
Karena untuk mencapai jiwa yang sempurna , seseorang membutuhkan  
usaha yang tidak main-main.  Kita membutuhklan kesadaran paripurna .
Terdapat Tiga rahasia untuk menjacapai jiwa yang sempurna dan di ridhai Allah , 
namun dari tiga itu berasal dari  “ satu kata kunci “  yang kita sebut , 
JAHADA (bersungguh-sungguh)
 

 


 Kesadaran menggapai jiwa Paripurna :


          1.Jihad

Makna jihad disini tidak hanya semata-mata berperang dijalan Allah saja, 
namun secara filosofis yakni upaya manusia untuk mengalahkan  
dorongan-dorongan dari dalam dirinya untuk berbuat maksiat (negatif) 
serta mampu memenangkan kebaikan diatas kebatilan.  
Peperangan ini tidak terlihat , namun  sangat terasa dalam hati dan jiwa manusia. 
Celakanya bila sang badan dipimpin oleh nafsu kebatilan ,  
raga ini dengan mudah akan terjerumus dalam dosa yang tiada akhir.

Keberhasilan  para  tokoh dunia selalu diawali dengan 
keberhasilan atas penguasaan dirinya sendiri. Kita bisa bayangkan 
bagaimana seorang Einstein  bisa menjadi pemikir hebat kalau 
dengan dirinya sendiri saja dia sudah terkalahkan.
Newton tentu akan malas membaca rahasia alam melalui  sebuah apel, 
tapi karena dia telah berhasil menaklukkan dirinya sendiri, 
rasa malas, negatif, pesimis itu hilang entah kemana .

Ibnu sina, Ibnu Khaldun, Al-Farabi , Al Ghazali , Al-Kindi , Harun Al Rasyid 
dan masih banyak filosof muslim lainnya , mereka tidak akan menghasilkan 
karya yang agung seandainya belum bisa menemukan rahasia kehidupan 
yang sesungguhnya.  Ketika mereka telah berdamai dengan dirinya  sendiri, 
seluruh alam semesta akan ikut larut dalam perdamaian sejati.

           2.Ijtihad 
Orang-orang yang  pada awalnya tidak memiliki  modal dalam menggapai 
kesuksesan pelan namun pasti menggapai kesuksesan , ini dikarenakan 
mereka bersungguh-sungguh dalam berijtihad .

Dalam unsur ijtihad ada   tiga semangat yang tidak bisa dipisahkan , 
yaitu kreatif, inovatif, dan pionir.Kreatif tidak hanya taklik (mengikuti secara buta), 
tapi juga ikut dengan mengerti atau membuat karya baru yang justru saling melengkapi.

Dalam pencapaian jiwa yang tercerahkan tidak hanya  berakhir pada kreatif, 
tapi hasil yang telah jadi dikemas terus hingga menjadi inovasi-inovasi baru tiada henti. 
begitu juga bila dikaitkan dengan masalah jiwa. Siapapun yang  terus  meningkatkan 
kualitas jiwanya  dia akan lebih cepat mencapainya bila dibandingkan dengan 
orang yang merasa suci sendiri, padahal jiwanya terkadang naik terkadang turun.
Unsur Ijtihad dapat berfungsi sebagai pembersih jiwa  kelak, 
pada saat kita menghadap Allah, jiwa kita pada kondisi yang suci, bersih dan bahagia.

Pionir . Ijtihad itu sendiri  sebenarnya adalah usaha yang  bersungguh-sungguh   
dalam pikiran untuk  menyucikan jiwa , yaitu bagaimana kita menjaga pikiran 
agar selalu jernih dan cerdas, bukan tumpul dan bodoh.

Pada saat jiwa kita jernih  dalam berpikir , kita akan membuang ilalang (pikiran negatif) 
agar  tidak bersemayam dengan  pikiran positif yang kita miliki . 
Seorang  pencari kebenaran sejati selalu bisa menjaga pikirannya 
dari hal-hal yang merendahkan dirinya, Kalau ini dapat kita miliki  
semoga bisa menjadi contoh dan teladan bagi orang lain.

3 . Mujahadah
Bila kita  telah bersungguh-sungguh dalam jihad dan ijtihad, 
kita harus melengkapinya dengan mujahadah. Karena mujahadah adalah 
selimut bagi kekosongan hati dan jiwa. Hanya kepada ALLAH lah kita memohon 
ampunan dan hanya kepada_NYA segala masalah  kita akan terjawab . 
ALLAH mengabulkan doa hamba_NYA , meskipun tidak semuanya lansung terkabulkan.
Mujahadah adalah semangat bersungguh-sungguh  untuk berdoa 
kepada ALLAH agar memudahkan segala usaha dan meluruskan segala niat.

Dalam mujahadah itulah kita menemukan diri ini sangat kecil di hadapan ALLAH. 
Dan hanya ALLAH-lah Yang maha Besar. Segala masalah dan jawaban muaranya 
selalu bersumber kepada_NYA.

Dan Tuhan kamu (ALLAH) berfirman : 
"Berdoalah  kepada_KU, niscaya akan KU perkenankan bagimu. 
Sesungguhnya orang-orang yang  takabbur dari menyembah_KU, 
mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan  terhina" 
(QS Al- Mumin (40) : 60)

Pepatah Arab mengatakan “man  Jadda wajada” 
( “barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkannya” ).
Usaha itu harus dilakukan secara menyeluruh, tidak  terpisahkan satu sama lain, 
jihad, ijtihad dan mujahadah.

Jika kita bermujahadah dengan sungguh-sungguh tapi  tanpa jihad (ikhtiar) 
kebahagiaan masih sangat jauh dari kita. Sebaliknya Jika kita bersungguh – sungguh 
dalam bekerja, namun malas dalam berdoa tentunya kebahagiaan dan  kesuksesan 
menjadi impian kosong belaka. Begitu juga mungkin kita bersungguh-sungguh 
berusaha dan berdoa tapi pikiran malas dan gampang menyerah, 
itupun hanya akan menjadi siksaan badan saja. Itulah yang disebuat “Dynamic Interply”, 
sesuatu yang tidak bisa dipisahkan antara satu dan lainnya, semua saling ketergantungan.

Wallahu a’lam bishawwab 


About Me

Foto saya
@ Tuhan, Saat aku meyukai seorang teman, Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir, Sehingga aku akan tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir. @ Tuhan, Ketika aku merindukan kekasih, Rindukanlah aku kepada yang rindu kepada cinta sejati-MU, Agar kerinduanku kepada-MU semakin menjadi. @ Tuhan, Jika aku hendak mencinta seseorang, Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-MU, Agar bertambah kuat cintaku pada-MU. @ Tuhan, Ketika aku sedang jatuh cinta, Jagalah cinta itu, Agar tidak melebihi cintaku pada-MU. @ Tuhan, Ketika aku berucap aku cinta padamu, Biarlah kuakatakan kepada yang hatinya tertaut pada-MU, Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-MU.