Senin, 28 Mei 2012

♡♡ CINTA KARENA ALLAH ♡♡


“Cintailah ALLAH karena nikmat yang dianugerahkan kepada kalian,
cintailah aku karena cinta kalian kepada_NYA”. [HR. Tirmidzi dan Al-Hakim]


Alkisah pemuda pemuda sufi jatuh cinta pada seorang gadis. Cintanya pun berbalas.
Namun malang, gadis itu dijodohkan orang tuanya dengan laki-laki lain.
Karena dorongan cinta, gadis itu mencari siasat,
”Aku datang padamu,
atau kuatur cara supaya kamu bisa menyelinap ke rumahku”
, begitu penjelasannya.
“Tidak!, Aku menolak kedua pilhan itu. Aku takut pada neraka yang nyalanya
tak pernah padam!”
itu jawaban sang pemuda sekaligus membuat sang gadis terhenyak.

Pemuda itu memenangkan iman atas syahwatnya dengan kekuatan cinta.
“Jadi dia masih takut pada ALLAH?”, gumam sang gadis. Seketika ia tersadar,
dan tiba-tiba dunia terasa kerdil di hadapannya. Ia pun bertaubat dan kemudian mewakafkan diri untuk beribadah. Tapi cintanya pada sang pemuda tidak mati. Cintanya berubah menjadi rindu yang berkelana dalam jiwa dan doa-doanya. Tubuhnya luluh latak didera rindu, dan akhirnya ia meninggal.


Sang pemuda terhentak. Itu mimpi buruk. Gadisnya telah pergi membawa semua cintanya.
Maka kuburan sang gadislah tempat ia mencurahkan rindu dan doa-doanya.
Sampai suatu saat ia tertidur di atas pusara sang gadis.
Tiba-tiba sang gadis hadir dalam tidurnya, cantik, sangat cantik.
“Apa kabar? Bagaimana keadaanmu setelah kepergianku”, tanya sang gadis.
“Baik-baik saja. Kamu sendiri di sana bagaimana?”, jawabnya sembari balik bertanya.
“Aku di sini, di surga abadi, dalam nikmat hidup tanpa akhir”. Jawab sang gadis.
“Doakan aku, jangan pernah lupa padaku. Aku selalu ingat padamu.
Kapan aku bisa bertemu denganmu”
, tanya pemuda lagi.
“Aku tidak pernah lupa padamu. Aku selalu berdoa agar ALLAH menyatukan kita di surga,
teruslah ibadah. Sebentar lagi engkau akan menyusulku”
, jawab sang gadis.
Hanya tujuh malam setelah mimpi itu, sang pemuda pun menemui ajalnya.
Atas nama cinta, ia memenangkan ALLAH atas dirinya sendiri,
atas nama cinta pula ALLAH akan mempertemukan mereka.
Cinta karena ALLAH, untuk ALLAH, bertemu dan berpisah karena ALLAH,
mengantarkan pemiliknya pada kebahagiaan yang mendalam.


Tidak ada cinta yang mati disini. Semuanya bermuara pada Zat yang Maha Hidup
dan Menghidupkan. Cinta di atas cinta, dan adakah yang lebih mulia cintanya dari
suatu Zat yang begitu mencintai kita, yang tak pernah meninggalkan kita di saat kita
galau dan bimbang. Cinta, semuanya atas nama cinta, cinta mampu mengangkat manusia
menduduki posisi paling agung, ketika sang manusia mampu menempatkannya pada posisi terhormat di relung hatinya.


Cinta pada Yang Maha Mulia akan membuat seseorang jadi mulia, karena jiwanya terisi
nuansa kemuliaan cinta yang ujungnya adalah menjayakan ALLAH dalam segala hal.
Jiwanya tidak akan resah kalo" cintanya ditolak. Cinta yang berlandaskan keyakinan pada
ALLAH yang Maha Sempurna akan membuat dirinya tidak takut akan kenyataan.
Apalah arti kehilangan harta, sanak famili, bahkan orang yang “dicintai”,
jika cinta dan rindunya selalu terpaut pada perjumpaan dengan Sang Maha Kekasih.


Sudah semestinya cinta kepada ALLAH diletakkan di atas segala-galanya.
Karena DIA-lah yang menciptakan cinta dan hati tempat cinta itu bersemayam.
Cinta kepada ALLAH akan mewariskan kecintaan para hamba_NYA.
Sebaliknya, cinta yang bukan karena_NYA hanya akan mengundang murka_NYA
dan murka makhluk_NYA. Beruntunglah orang yang hanya mencintai ALLAH saja
dalam hatinya, dan mencintai makhluk hanya sekedar mencintai karena_NYA.


Semestinya kita mencintai seseorang karena imannya, dan membenci seseorang
karena maksiatnya. Tak selayaknya kepentingan duniawi mengubah arah cinta kita.


Semoga ALLAH menganugerahkan kepada kita cinta yang hakiki dan abadi hingga
ke akhirat sana ... Aamiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

About Me

Foto Saya
@ Tuhan, Saat aku meyukai seorang teman, Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir, Sehingga aku akan tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir. @ Tuhan, Ketika aku merindukan kekasih, Rindukanlah aku kepada yang rindu kepada cinta sejati-MU, Agar kerinduanku kepada-MU semakin menjadi. @ Tuhan, Jika aku hendak mencinta seseorang, Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-MU, Agar bertambah kuat cintaku pada-MU. @ Tuhan, Ketika aku sedang jatuh cinta, Jagalah cinta itu, Agar tidak melebihi cintaku pada-MU. @ Tuhan, Ketika aku berucap aku cinta padamu, Biarlah kuakatakan kepada yang hatinya tertaut pada-MU, Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-MU.